“Pakan Fermentasi dari Kedelai Terbukti Tingkatkan Bobot dan Kesehatan Ayam Broiler”

Bungkil kedelai merupakan sumber protein utama dalam pakan unggas, namun masih mengandung zat antinutrisi yang dapat menghambat penyerapan nutrisi. Oleh karena itu, proses fermentasi menggunakan mikroorganisme seperti Bacillus subtilis dan Aspergillus oryzae dilakukan untuk meningkatkan kualitas nutrisi bahan tersebut serta mengurangi dampak negatifnya terhadap kesehatan pencernaan ayam.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggantian bungkil kedelai biasa dengan bungkil kedelai hasil fermentasi terhadap performa produksi, daya cerna nutrisi, serta komposisi mikroba usus ayam broiler. Penelitian dilakukan dengan membandingkan beberapa perlakuan pakan, yaitu pakan biasa dan pakan yang mengandung hasil fermentasi dari satu atau kombinasi kedua mikroorganisme tersebut, dalam kondisi pemeliharaan tropis selama 35 hari

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bungkil kedelai fermentasi, terutama yang menggunakan kombinasi Bacillus subtilis dan Aspergillus oryzae, mampu meningkatkan bobot badan ayam secara signifikan serta meningkatkan konsumsi pakan. Selain itu, perlakuan ini juga mampu meningkatkan kecernaan bahan kering, bahan organik, dan protein, yang menandakan bahwa nutrisi dalam pakan lebih mudah diserap oleh tubuh ayam. Tidak hanya berdampak pada performa produksi, penggunaan pakan fermentasi juga memberikan pengaruh positif terhadap kesehatan saluran pencernaan. Hal ini ditunjukkan dengan perubahan komposisi mikroba usus, di mana bakteri yang menguntungkan meningkat, sementara bakteri yang berpotensi merugikan cenderung menurun. Kondisi ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan mikroba usus, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mendukung efisiensi pemanfaatan nutrisi.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa fermentasi bungkil kedelai dengan kombinasi mikroorganisme tersebut dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kualitas pakan dan produktivitas ayam broiler, khususnya di wilayah beriklim tropis. Temuan ini diharapkan dapat menjadi solusi praktis bagi peternak dalam meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menjaga kesehatan ternak secara berkelanjutan.

Penulis : Akhirini, N., Suprayogi, W. P. S., Saraswati, P. N., Ratriyanto, A., & Irawan, A.

Sumber : https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC13064996/

Bagikan:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait

Berita Terbaru