Dosen Sekolah Vokasi UNS Jadi Visiting Researcher di University of Illinois, Perkuat Kolaborasi Riset Internasional

Dosen Program Studi D3 Budi Daya Ternak, Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS), Agung Irawan, S.Pt., M.Sc., Ph.D., menjadi visiting researcher di University of Illinois Urbana-Champaign (UIUC), Amerika Serikat. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program penguatan jejaring riset internasional yang didukung melalui grant dari International Office, College of Agricultural, Consumer and Environmental Sciences (ACES) UIUC.

UIUC merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik di dunia dan menempati peringkat ke-22 dunia pada bidang Agriculture and Forestry berdasarkan QS World University Rankings by Subject. Kemitraan dengan institusi bereputasi global ini diharapkan dapat memperkuat internasionalisasi UNS sekaligus mendukung upaya universitas dalam mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi kelas dunia yang unggul dalam riset, inovasi, dan kolaborasi internasional.

Selama berada di UIUC, Agung menjalankan inisiasi kerja sama penelitian dengan Prof. Juan J. Loor, salah satu ilmuwan terkemuka dunia di bidang nutrigenomik mamalia (mammalian nutrigenomics). Selain memperkuat kolaborasi riset, Agung juga mendapat kesempatan memberikan kuliah umum di Department of Animal Sciences UIUC dengan topik “Dairy Farming & Industry in Indonesia”, yang memperkenalkan perkembangan, tantangan, dan peluang industri sapi perah Indonesia kepada sivitas akademika UIUC.

Kunjungan ini juga mendapat dukungan dari Program Hibah Penelitian Peningkatan Peringkat QS-WUR by Subject Program Equity The Impact Rankings 2025 melalui proposal penelitian berjudul The Interplay Between Environmental and Nutritional Factors on Immune Status, Microbiome and Metabolome Profile of Tropical Dairy Cows and Their Offsprings: An Effort to Improve Milk Production of Heat-Stressed Tropical Dairy Cows. Dukungan tersebut menjadi salah satu pendorong pengembangan riset kolaboratif antara UNS dan UIUC di bidang peternakan khususnya nutrigenomik.

Menurut Agung, kolaborasi yang sedang berjalan tidak hanya berfokus pada satu topik penelitian, tetapi mencakup berbagai bidang strategis. Bersama Prof. Loor, tim peneliti saat ini mengembangkan sejumlah proyek, mulai dari penerapan machine learning dan meta-analysis pada data mikrobiome skala besar, penelitian mikrobiomaesapi perah untuk meningkatkan produktivitas dan kesehatan ternak, hingga pengembangan riset pemanfaatan black soldier fly sebagai sumber pakan pada kambing perah di Indonesia.

Selain kegiatan penelitian, Agung juga melakukan pertemuan dengan Prof. Mary Arends-Kuenning, Associate Dean for International Programs ACES UIUC. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama yang lebih luas antara UIUC dan UNS melalui berbagai skema kolaborasi, termasuk penelitian bersama, pertukaran akademik, mobilitas dosen dan mahasiswa, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Dalam kesempatan yang sama, Agung turut berdiskusi dengan sejumlah dosen dari Department of Food Science, Department of Environmental Sciences, dan Department of Political Science UIUC. Pertemuan lintas disiplin tersebut bertujuan menjembatani peluang studi lanjut bagi dosen UNS sekaligus membuka kolaborasi penelitian yang lebih luas di bidang peternakan, pangan, lingkungan, hingga ekonomi.

Agung berharap kunjungan ini menjadi langkah awal terbentuknya kemitraan strategis yang berkelanjutan antara UNS dan UIUC. Ke depan, luaran yang ditargetkan tidak hanya berupa pengembangan riset kolaboratif, tetapi juga peningkatan publikasi bersama pada jurnal internasional bereputasi tinggi (top-tier journals), pengembangan hibah riset internasional, pertukaran peneliti, serta terbukanya lebih banyak kesempatan bagi dosen dan mahasiswa UNS untuk berkolaborasi dengan para peneliti di UIUC.

Melalui kolaborasi dengan salah satu universitas terbaik dunia tersebut, UNS diharapkan semakin memperkuat jejaring akademik internasional, meningkatkan kualitas riset dan publikasi, serta mempercepat pencapaian target sebagai universitas bereputasi global yang memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, ketahanan pangan, dan pembangunan berkelanjutan.

Bagikan:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait